Hakikat Ketulusan Cinta
Didunia ini tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah menghendakinya. Sama halnya dengan kisah Seorang Wanita Dibakar di Dalam Tungku. Hal itu juga terjadi atas kekuasaan Allah yang hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melakukannya.
Ada sebuah kisah yang sangat menarik tentang ketulusan cinta dan kasih sayang. Kisah ini menceritakan seorang istri yang disuruh oleh suaminya atas dasar perintah Nabi SAW untuk masuk ke sebuah tungku dimana didalamnya terdapat kobaran api yang sangat besar. Akan tetapi, Allah Maha Melindungi hamba yang mencintai Rasul-Nya dengan tulus dan ikhlas sehingga meski wanita itu dibakar dalam keadaan hidup, ia tidak merasa panas dan tidak ada luka sedikitpun, bahkan ia bertambah cantik.
Diceritakan bahwasanya ada seorang wanita yang setiap harinya datang ke masjid Rasulullah SAW untuk mendengarkan pengajian yang diisi oleh Rasulullah. Setiap kalinya saat wanita itu pergi untuk menemui Rasulullah, ia selalu melewati jalan yang sama, sehingga ada seorang pemuda yang melihatnya.
Hingga suatu hari, pemuda itu menghampirinya dan menghadangnya lalu bertanya: "Mau pergi kemana?"
"Mau bertemu dengan Rasulullah," jawab wanita itu.
"Apakah engkau mencintai Rasulullah?" tanya pemuda itu lagi.
"Iya, aku mencintainya," jawab wanita itu singkat.
Pemuda itu berkata: "Demi cintamu kepada Rasulullah, aku minta kepadamu agar engkau mau membuka cadarmu."
Wanita itu pun membuka cadarnya, karena menghormati Rasulullah.
Kemudian pemuda itu memegang ujung dagu wanita itu dan berkata "kau memang benar-benar mencintai nya".
Si wanita itu pun merasa sangat menyesali perbuatannya tadi dan mengadukan hal itu kepada suaminya. Akan tetapi suaminya tidak menjawab dan pergi begitu saja meninggalkan istrinya untuk menemui Rasulullah dan menceritakan tentang istrinya kepada Rasulullah.
Rasulullah berkata kepada suaminya: "Nyalakan api di dalam tungku, kemudian perintahkan istrimu agar masuk ke dalam api, demi cintanya kepada ku."
Kemudian ia pun kembali untuk menemui istrinya dan melakukan apa yang diperintahkan oleh Rasulullah. Ia pun menyalakan api didalam tungku dan menyuruh istrinya masuk kedalam tungku itu. Awalnya si istri tidak senang melakukannya, karena hal itu termasuk dari pada perbuatan bunuh diri. Namun suaminya berkata: "Demi cintamu kepada Rasulullah, masuklah ke dalam tungku!"
Si istri menjawab: "Kalau begitu, aku akan melakukan perintahmu, demi kemuliaan serta cintaku kepada Rasulullah." Kemudian wanita itu masuk ke dalam tungku dengan api yang sangat besar, lalu bagian atas tungku itu ditutup oleh suaminya.
Lalu suaminya kembali lagi kepada Rasulullah dan melaporkan bahwa ia telah melaksanakan perintah beliau. Rasulullah berkata: "Kembalilah dan lihatlah bagaimana keadaan istrimu!"
Suaminya pulang kembali dan membuka penutup tungku yang dimana istrinya berada di dalamnya. Saat dibuka penutup tungku itu, ternyata ia mendapati istrinya sedang duduk di tengah-tengah tungku dalam kobaran api yang besar. Lalu suaminya mengeluarkan istrinya dari kobaran api yang sangat besar dengan keadaan selamat tanpa ada sedikit pun tubuh istrinya terkena panasnya api serta dengan izin Allah SWT, bahkan setelah di lihat ia bertambah cantik dari sebelumnya.
Kisah ini menggambarkan betapa cinta sejati mampu membutakan seseorang hingga ia rela melakukan hal apa pun demi membuktikan cintanya terhadap sesuatu hal yang ia cintai. Cinta sejati tidak melihat waktu kapan dan dimana cinta itu harus dibuktikan tapi ia benar-benar muncul di setiap saat sebagai pembuktian ketulusan hati terhadap apa yang dicintainya. Karena cinta sejati ada di setiap waktu dan di setiap tarikan nafas seorang pecinta.
Berkata Syekh Husain bin Qasim al-Qathis, Cinta itu akan lebih berharga dan berarti bila ditujukan kepada Rasulullah. Maka orang yang benar dalam (pengakuan) mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah jika terlihat tanda (bukti) kecintaan tersebut pada dirinya.

Komentar
Posting Komentar